RSS

Tuntut Ketegasan Pemkot Malang

09 Jul


Info Malang– Ratusan massa yang tergabung dalam Barisan Santri Indonesia dan Masyarakat Muslim Malang Raya, siang kemarin menggelar unjuk rasa di depan Balaikota Malang. Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, mereka menuntut ditegakkannya syariat Islam lewat sejumlah seruan bersifat tegas.
Diantaranya menuntut tempat hiburan malam ditutup total selama Ramadan hingga membatasi penjualan minuman keras di mini market. Selama ini, sejumlah mini market memang masih bebas menjual miras atau minuman beralkohol sejenis. “Tindakan pelanggaran tersebut tidak bisa ditolerir,” terang koordinator aksi, M Ghozali.
Massa yang juga berasal dari sejumlah ormas seperti Hidayatullah, Jamaah Ansharut Tauhid hingga Ponpes Ar-Rohmah ini prihatin dengan perdagangan miras golongan A di mini market. Menurut Ghozali, hal itu tak ubahnya melecehkan umat Islam dan juga melanggar perundang-undangan di Indonesia. Menurutnya, sudah sepatutnya bila Pemkot Malang tegas dalam melakukan penertiban. “Jika pemerintah tidak tegas, maka massa yang akan mengambil tindakan tegas,” timpalnya.
Lewat aksinya kemarin, mereka mengecam keras pelanggaran syariat agama tersebut. Mereka menuntut pemerintah mampu mengontrol penjualan miras dan sejenisnya selama bulan Ramadan ini. “Kami berharap pemerintah mampu menciptakan suasana kondusif. Salah satunya dengan membatasi penjualan miras. Jangan sampai dijual bebas,” seru Ghozali.
Dalam aksinya tersebut, perwakilan massa diterima oleh pihak Pemkot Malang. Mereka ditemui oleh Asisten III Pemkot, Drs Subkhan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), J Hartono dan Kabag Humas, Ir Ade Herawanto MT. “Aspirasi tersebut kami terima. Kalau soal penjualan miras, tetap sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku,” beber Ade kepada Malang Post.
Unjuk rasa damai di depan Balaikota kemarin memang sempat memacetkan lalu lintas di kawasan Bundaran Tugu. Massa yang jumlahnya hampir ribuan tampak membentangkan berbagai poster dengan aneka seruan untuk menghormati bulan Ramadan. Misalnya poster bertuliskan ‘Tutup Tempat Maksiat’ dan ‘Jangan Nodai Bulan Ramadan dengan Kemaksiatan’.
Selain berorasi di Balaikota, ratusan massa asal berbagai ormas ini sejatinya juga menggelar bakti sosial dengan membagi-bagikan gula di sejumlah wilayah. Prioritasnya adalah fakir miskin di lingkungan setempat. (tom/nug)

sumber : malang pos

info malang

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 9, 2013 in berita malang, Info Malang, kota malang

 

Tag: , ,

Komentar ditutup.

 
%d blogger menyukai ini: