RSS

Banjir Sitiarjo, Stok Bantuan Kosong

12 Jul

banjir sitiarjoINFO MALANG. CARI AIR : Warga Sitiarjo saat membetulkan saluran air yang terputus akibat banjir. Lainnya, terus berburu air bersih dan mulai membersihkan rumah.

KEPANJEN – Pasokan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang dan Jawa Timur, mulai di drop kepada para korban banjir bandang di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. 

Pasokan air bersih dan sembako sudah didrop, meski jumlahnya masih kurang memadai. Apalagi sarana dan prasarana air bersih, banyak yang rusak diterjang banjir bandang.
BPBD Jatim mengirimkan 400 paket bantuan sembako kepada korban banjir. Jumlah itu masih kurang, jika dibandingkan dengan jumlah korban banjir yang mencapai  847 KK lebih.
Bantuan mendesak lainnya berupa bahan pokok, obat-obatan dan baju layak pakai. Sebab, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengaku telah kehabisan stok paket bantuan, untuk diserahkan kepada para korban banjir.
‘’Saat ini, paket stok bahan bantuan yang ada di BPBD Kabupaten Malang sudah kosong. Karena semuanya sudah disalurkan kepada korban gempa beberapa waktu lalu, yang juga di Sumawe dan beberapa Kecamatan lainnya,’’ ujar Sekretaris BPBD Kabupaten Malang, Dra Endah Parminingtyas, Msi, kepada Malang Post kemarin.
Saat musibah gempa sebelumnya, ada 400 paket bantuan yang sudah didistribusikan kepada para korban. ‘’Paket bantuan itu terdiri dari sembako, pakaian, dan seperangkat alat untuk mandi. Saat ini, kami masih menunggu persetujuan bupati untuk membeli beberapa kebutuhan bagi korban banjir,’’ terangnya.

Dia menjelaskan, kebutuhan yang paling mendesak bagi korban banjir yakni bahan pangan, pakaian yang masih layak, obat-obatan, dan kawat brojong.
‘’Untuk air, sudah teratasi dengan dikirimkannya empat mobil tangki air. Yang dikhawatirkan sekarang, kondisi kesehatan mereka, karena tidak ada pangan dan pakaian,’’ terangnya.
Dikatakan, sampai saat ini stok sembako berasal dari bantuan Dinas Sosial dan Palang Merah Indonesia (PMI) yang membuka dapur umum.
Selain kedua lembaga tersebut, peran aktif para donatur dan berbagai pihak lainnya yang peduli terhadap para korban banjir sangat diharapkan. Agar pasokan logistik ke korban banjir tidak sampai tersendat.

‘’Kita sudah mengedrop meski dari bantuan lintas dinas dan lintas lembaga. Bahkan hari ini kita juga sudah mensuplai ribuan nasi bungkus bagi korban banjir,’’ jelas Endah sapaan akrabnya.
Saat ini, tim gabungan dan relawan bersama masyarakat, masih terus melakukan kegiatan bersih bersih dan memperbaiki rumah warga yang rusak. ‘’Total tim Rescue yang di lokasi banjir saat ini 259 personel dan terus melakukan giat dan pendataan,’’ tukasnya.
Rinciannya personel TNI sebanyak 90 orang, Polri 90 orang, PMI 30 orang, PPMR 3 orang, SAR 5 orang, Malang selatan Rescue (MSR) 8 orang, dan dari BPBD 11 orang. Selain itu ada tim kesehatan 5 orang, dan tim PLN 4 orang.
Sedangkan diharapkan hari ini juga seluruh korban banjir yang mengungsi, sudah kembali ke rumah mereka masing-masing. ‘’Tadi (kemarin, Red.) mayoritas penuduk yang mengungsi sudah kembali ke rumah mereka, kemudian melakukan pembersihan. Insya Allah besok (hari ini, Red.) sudah tidak ada yang mengungsi lagi,’’ terangnya.
Sekretaris PMI Kabupaten Malang, Aprilijanto menambahkan, pasokan air bersih yang sempat terganggu sudah dapat diatasi. PMI menurunkan alat water treatment, PDAM menurunkan empat unit tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan air warga korban banjir. Pasalnya, sumur warga belum dapat digunakan dikarenakan masih banyak lumpur dan kotoran yang masuk ke dalam sumur.

‘’Sudah tidak ada masalah dengan posokan air bersih. Pasokan makanan siap makan pun sudah teratasi. PMI menurunkan 40 personil untuk di dapur umum. Setiap kali waktu  makan harus menyiapkan 2000 bungkus,’’ terangnya.
Disinggung soal besarnya kerugian akibat banjing bandang Sitiarjo, April belum mengetahuinya. Dua dinas, Dinas Bina Marga dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kabupaten Malang tengah menghitung semua kerugian yang diakibatkan bencana yang terjadi pada awal Ramadan itu. ‘’Untuk kerugian perumahan di hitung DCKTR, sedangkan sarana prasarana dihitung Dinas Bina Marga,’’ tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga, M. Anwar mengatakan secepat mungkin pihaknya tuntas melakukan penghitungan kerusakan jalan-jalan dan jembatan-jembatan.
‘’Total kerugian yang diderita, kami masih belum mengetahuinya berapa. Saat ini, kami sedang melakukan pendataan yang rusak, kemudian kami sampaikan ke BPBD dan Bupati,’’ ucapnya saat ditemui Malang Post di Gedung DPRD Kabupaten Malang kemarin. (big/aim)

Sumber : Malang-post.com

Info Malang

 
 

Tag: , , ,

Komentar ditutup.

 
%d blogger menyukai ini: