RSS

Tidak ada Kebetulan | Gara-gara Sewa Mobil

Kejadian 3 hari penuh tanda tanya….

Hari Jumat

Sore itu saya sedang santai di rumah. Tiba-tiba ada panggilan telepon masuk. Saya lihat di layar HP, dari Pak Arifin di Kalimantan Timur. Seorang pegawai BUMN di Kaltim yang baik dan sederhana, beberapa anaknya bersekolah di Malang. Biasanya dia menelpon untuk menyewa mobil. Dan benar, sore itu dia akan menyewa mobil hari Sabtu pukul 07.00. Saya menyanggupi walaupun saat melihat daftar, mobil sudah terjadwal semua.

Setelah teleponnya ditutup, saya menelpon rekanan rental di jalan Kalpataru yang menjawab ada 1 Avanza nganggur. Sayangnya dia tidak bisa mengantarkan ke rumah Pak Arifin di jalan Batubara. Saya mencoba menelpon rekanan rental lain di Perumahan Sawojajar yang lokasinya lebih dekat dan ternyata mobilnya ada dan siap mengantarkannya. Saya bilang kepada Pak Arifin bahwa besok yang mengantar adalah seorang kawan karena saya ada kegiatan.

Saya kadang berusaha untuk mengantar sendiri khususnya kalau sedang punya waktu longgar kepada para pelanggan yang sudah kenal baik seperti Pak Arifin. Selain berjalan-jalan, juga menjalin silaturahim (sering dapat kue dan teh hangat hehehe). Tetapi hari Sabtu tersebut saya memiliki jadwal mengisi materi Penerbangan Haji pada Lembaga Bimbingan Ibadah Haji (LBIH) Mandiri setiap hari Sabtu pukul 05.30 – 07.00 di Masjid Muhajirin jalan Bendungan Sigura-gura dekat Kampus ITN (Insitut Teknologi Nasional) Malang.

Sebelumnya, saya adalah pegawai Garuda Indonesia di Perwakilan Malang selama 10 tahun. Setelah mengundurkan diri, lantas mendirikan usaha biro perjalanan yang produknya adalah pelayanan tiket pesawat, rental mobil, paket wisata, umroh dan haji. Karena itu, terbang ke sana ke mari maupun ke Mekkah sudah beberapa kali saya lakukan. Mungkin karena itu saya diminta menjadi nara sumber.

Hari Sabtu

Setelah shalat Subuh, saya bergegas ke Masjid Muhajirin untuk mengisi materi mulai pukul 05.30 sampai 07.00. Saat sedang berceramah, hp saya bergetar. Panggilan masuk dari rekanan rental di Sawojajar. Saya tida mungkin mengangkat teleponnya. Beberapa detik kemudian ada panggilan darinya dan begitu berulang-ulang sampai ada 5x miscall. Konsentrasi saya agar buyar saat memberi materi pagi itu. Saya lihat jam menunjukkan pukul 06.15, artinya pemberian materi sudah berjalan 45 menit. Masih ada waktu 45 menit lagi untuk menyelesaikan ceramah. Biasanya diisi diskusi ringan termasuk tanya jawab.

Saat memberi kesempatan tanya jawab, pikiran saya menduga-duga bahwa pasti ada masalah dengan rekan saya tersebut. Masalah tersebut biasanya ada 3: mobil yang sedianya diantar ke pelanggan belum datang, kecelakaan atau macet. Pikiran negatif sayapun muncul kepadanya. Seharusnya apapun yang terjadi, dia bertanggungjawab untuk mengantarkan mobil atau mencarikan mobil pengganti di rekanan lain atau bagaimanalah caranya. Saya sudah sampaikan sebelumnya bahwa saya tidak bisa diganggu pada Sabtu pagi karena harus konsentrasi menjadi narasumber, tetapi yang terjadi dia menelpon berkali-kali. Perasaan tidak tenang mulai merayap di kepala tetapi saya berusaha tampil tenang.

Materi saya tutup pukul 06.30 dan minta ijin untuk meninggalkan tempat karena ada keperluan mendadak. Segera saya keluar dari masjid dan menghubungi rekanan rental mobi di Malang tersebut dan ternyata dugaan saya benar. Mobil yang seharusnya siap dikirim pukul 05.00-06.00 belum datang. Selama hampir 2 jam, katanya sudah berusaha mencari tetapi belum dapat. Maklum, hari Sabtu adalah masa panen buat usaha rental mobil di kota manapun sehingga mencari mobil dadakan sangat sulit. Pikiran negatif kepada rekanan rental tersebut beberapa kali muncul tetapi saya berusaha keras menghilangkannya dengan berdzikir agar hati dan pikiran tenang.

Segera saya ambil motor dan mencoba mencari solusi sendiri, mencoba menelpon beberapa kenalan rental barangkali masih ada yang nganggur. Sambil terus berdzikir memasrahkan semua masalah pada Allah, saya teringat dengan rekanan rental di jalan Kalpataru. Pikiran pesimis sempat muncul karena diapun sering penuh saat akhir pekan. Sambil mengendarai motor menuju rumah, saya mencoba menghubunginya dan Alhamdulillah, ternyata ada. Tanpa pulang ke rumah, motor saya pacu menuju jalan Kalpataru dan meneruskan ke jalan Batubara naik Avanza dengan perasaan penuh syukur.

Tiba di rumah Pak Arifin pukul 07.05, saya langsung menyerahkan kunci mobil. Dia bertanya kenapa bisa mengantarkan mobilnya sendiri dan saya jelaskan permasalahan rekanan saya. Sebelum pulang, dia memberikan amplop berisi 2 voucher Pelatihan Shalat Khusu’ di Plaza Telkom Malang hari Minggu pukul 08.00 – 17.00. Sebenarnya dia berencana hadir bersama istrinya tetapi pagi itu dia mendapat kabar kalau saudaranya di Surabaya meninggal sehingga dia membatalkannya. Daripada tiket hangus, dia memberikan kepada saya dan saya terima dengan gembira. Gembira pertama karena belum pernah mengikuti pwkatihan tersebut dan gembira kedua karena saya tidak perlu mengeluarkan uang senilai Rp500.000 untuk kedua voucher tersebut.

Dengan angkot Lyn ABG, saya pulang. Di dalam angkot, saya ingat seorang kawan yang sering membantu saya dan orang lain yaitu Pak Haris. Pak Haris memiliki banyak kelebihan diantaranya mampu menyetir mobil, mampu melakukan kawin suntik pada sapi (inseminasi buatan), mampu memberikan konsultasi masalah pajak dan keuangan perusahaan. Kemampuan yang langka karena ada 3 keahlian dalam dirinya. Saya ingin memberikan hadiah padanya. Saat saya telpon bahwa ada 1 voucher gratis ikut training, dia menyatakan senang apalagi bila istrinya bisa ikut tetapi saya sudah berniat yang satu untuk istri saya.

Hari Minggu:

Sehabis Subuh, saya mengingatkan istri untuk tidak banyak melakukan kegiatan di rumah karena pukul 07.30 harus sudah berada di Plaza Telkom. Dia yang kemarin menerima setengah hati penawaran training Shalat Khusyu’ tiba-tiba membatalkan. Alasannya kasihan kalau saya harus menjaga si kecil Zidan mulai pagi sampai sore. Alasan kedua, dia ingin bersih-bersih rumah yang sudah lama tidak dilakukan.

Saya mencoba merayunya dengan alasan bahwa pelatihan ini penting untuk upgrade diri dan yang gratisan seperti ini jarang muncul, tidak menggoyahkan keputusannya. Dengan kecewa dan sedikit berpikir negatif, saya mengakhiri debat dan mencari solusi. Saya tenang-tenangkan pikiran dan hati sambil memasrahkan pada Allah. Saya menghubungi Pak Haris dan memberi kabar bahwa keinginan mengajak istrinya ikut pelatihan tercapai. Dari nada suara di telepon, terdengar nada gembira yang membuncah.

Pagi itu, walaupun dengan perasaan kurang semangat, sayapun ikut larut dalam kegiatan bersih-bersih rumah. Pikiran positif muncul. Merasa kalau rumah yang ditempati kadang perlu setiap bulan dibersihkan bersama-sama, menata ulang, mengeluarkan barang-barang yang sering tidak sadar telah menumpuk di berbagai ruangan, menjemur kasur bantal, merapikan bunga-bunga dll. Pukul 09.30 saat pekerjaan hampir selesai, ada telepon masuk dari ayah angkat, Pak Sapran yang mau ke Malang dan sudah bersiap berangkat dari Surabaya.

Berita itu saya sampaikan kepada istri dan dia bilang, instink-nya memang mengatakan akan ada tamu. Betapa tidak pedenya kalau kedatangan tamu dan kondisi rumah berantakan seperti kapal pecah J. Belum lagi kalau tidak bisa menemui bersama karena istri ikut pelatihan sampai sore. Ada hikmahnya batal berangkat.

Sebelum dhuhur, sempat membaca artikel ringan di Koran Republika tentang Ferry Musyidan Baldan (anggota DPR RI) yang memiliki puluhan koleksi kaset, cd dan vcd dari penyanyi terkenal almarhum Chrisye lengkap dengan tanda tangannya. Pikiran saya pun melayang melihat cover cd dan vcd itu. Ada judul Badai Pasti Berlalu, judul ini, judul itu. Saat membaca judul Hip-hip Hura-hura, saya membayangkan Chrisye yang berjingkrak-jingkrak diatas panggung dengan gayanya yang khas. Teringat juga perasaan hati di kala remaja yang sepertinya sangat pas dengan lirik lagu yang dinyanyikannya.

Pukul 13.00, Ayah, Ibu dan adik dating dengan sebuah sedan hijau Mitsubishi Lancer datang dengan pelan menuju depan rumah. Karena di halaman depan rumah sedang dipakai parkir oleh banyak motor, saya mengarahkan sopir yaitu untuk parkir di halaman rumah tetangga sekitar 50 meter dari rumah saya. Karena merasa sungkan sebagai orang asing, saya berinisiatif memarkir sedan tersebut setelah Bapak dan Ibu turun keluar dari mobil. Iseng-iseng saya pencet tombol on audio (radio tape recorder) sambil menjalankan mobil perlahan-lahan menuju parkir. Tahukah Anda, suara apa yang keluar dari audio mobil tersebut?

Terdengar nyaring suara merdu Chrisye sedang mendendangkan reff. sebuah lagu……….

Oh hip hip hura hura (hura hura) huuu
Aku suka dia (suka dia) huuu
Aku jatuh cinta (jatuh cinta) huuu
Sungguh suka dia (suka dia) huuu
Sungguh jatuh cinta (jatuh cinta) aaa
Dia pun menanti cinta bersemi di hati
Di hati ada cinta, di hati ada cinta, di hati ada cinta

Pesan Moral:
– Hadapi masalah dengan tenang
– Libatkan Allah dalam segala hal, kapan saja, di mana saja
– Teruslah berpikir positif, Insyaallah semuanya beres
– Hidup memang indah untuk dinikmati buat siapa yang mau menikmati

Menurut Anda bagaimana? Let’s share!

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: