RSS

Arsip Tag: Wisata Sejarah

Candi Jago

Candi Jago

candi jago

candi jago

Situs Candi Jago terletak di Desa Jago, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Candi ini dahulunya bernama Jayaghu. Candi ini menurut Negarakertagama diketahui sebagai salah satu candi pendharmaan bagi Maharaja Wisnuwardhana. Hayam Wuruk disebutkan pernah melakukan kunjungan ziarah ke makam leluhurnya yakni Wisynuwardhana yang dicandikan di Jayaghu atau Jago. Read the rest of this entry »

Iklan
 

Tag: , , , , , , ,

BATU

Batu

agro_kusumaAgro Kusuma

Kusuma Agrowisata berdiri pada 1991 dan merupakan salah satu pioneer Wisata Agro di Indonesia. Kami adalah satu-satunya wisata agro yang berfasilitas hotel. Kami juga menawarkan wisata petik di kebun apel, jeruk, jambu merah, buah naga, strawberry dan sayur hidroponik bebas pestisida.

Area wisata kami terletak pada ketinggian ±1000 meter dari permukaan laut dan berudara sejuk. Anda dapat memetik sendiri buah-buah tersebut FRESH langsung dari pohon sambil berkeliling ditemani oleh pemandu kami. Pemandu kami akan menjelaskan tentang budidaya tanaman dan hal-hal yang berkaitan tentang buah-buah tersebut.

Selain wisata petik, kami juga menawarkan wisata outbound dimana Anda dapat bermain War Game di arena airsoft gun kami, mengendarai ATV di mini off-road track kami atau bergelantungan dan meluncur dari menara Flying Fox.

Anda juga dapat berkunjung pada ‘specialty’ restaurant kami, Apple House dan Strawberry House dimana kami menyajikan menu-menu special kami mengunakan bahan buah apel atau strawberry.

Apel-BatuVillage Tour

Di Kota Wisata Batu anda juga bisa menikmati wisata agro. Mulai petik apel, petik strawberry, jeruk dan sayur-mayur. Wisatawan juga bisa memilih aneka bunga. Wisata petik apel langsung dari pohon dapat ditemui di wilayah Desa Punten, Desa Bumiaji, Sidomulyo dan sekitarnya. Atau, kalau ingin yang dekat dengan hotel bisa di kawasan wisata Kusuma Agro.

Memetik apel langsung dari pohonnya memiliki kenangan sendiri yang tak terlupakan, karena memetik apel tidak sembarangan memetik. Bukan hanya acara memetik, pengunjung juga akan diterangkan tentang ciri-ciri apel yang sudah tua dan masih muda. Karena bentuk besar bukan berarti tua. Dengan memetik apel itulah pengetahuan tentang apel akan bertambah. Dan ingat, wisata memetik apel di Indonesia hanya ada di Batu jadi sangat disayangkan jika datang ke Batu tanpa mencoba sensasi petik apelnya.

Coban Talun WaterfallAir Terjun Coban Talun

Di Kota Wisata Batu sumber air sangat melimpah, ratusan sumber air tersebar di cekungan-cekungan lembah. Sumber air alami yang mengalir di pegunungan menjadi sungai yang bersih dan berkilauan. Salah satunya adalah air terjun Coban Talun yang terletak di desa Tulungrejo, kecamatan Bumiaji, Kota Wisata Batu.

Air terjun ini akan lebih eksotis jika dilihat pada jarak yang cukup dekat dengan lokasi jatuhnya air dengan ketinggian sekitar 75 meter tersebut. Gemuruh suara benturan air dengan batu cadas di bawahnya menambah sensasi semburan air terjun yang terasa seakan mengguyur sekujur tubuh. Pemandangan di sekitar lokasi air terjun akan bertambah elok karena selain bisa menikmati gemuruh deburan air terjun, anda juga bisa menyaksikan banyak pelangi. Pemandangan pelangi aneka warna itu akan bisa disaksikan di setiap sudut lokasi air terjun.

Untuk mencapai kawasan ini memang tidak mudah. Selain dituntut kehati-hatian, juga diperlukan tenaga ekstra. Pengunjung harus melewati aliran sungai dan menembus perbukitan yang tajam dan berkelok. Jalan setapak menuju lokasi amat sempit, licin dan curam. Sementara, di kiri kanan jalan setapak sepanjang 2km itu dikelilingi jurang. Namun begitu anda tiba di lokasi air terjun, rasa lelah akan segera berganti dengan rasa lega, senang, dan kagum akan keindahan pemandangan alam Coban Talun.

Gunung Banyak

Kota Wisata Batu tidak hanya menjanjikan keindahan dan kemewahaan pemandangan alam tetapi juga menjadi salah satu jujungan para paraglider atau pecinta olah raga paragliding (paralayang). Para pecinta olah raga yang cukup memompa adrenalin itu memulai kegiatannya dari atas Gunung Banyak. Kawasan Gunung Banyak sebenarnya sudah cukup lama dikenal sebagai kawasan yang indah untuk olahraga dirgantara ini. Namun, secara resmi penggunaan kawasan tersebut sebagai kawasan paralayang pada 20 juni 2000 lalu. Saat itulah kawasan Gunung Banyak ini diresmikan menjadi wahana wisata dirgantara.

kolam renang Jatim ParkJatim Park

Wisata paling dikunjungi di Kota Wisata Batu saat ini adalah Jawa Timur Park (Jatim Park). Maklum obyek wisata yang berada di lereng Gunung Panderman ini adalah yang termodern dan terbaik di Kota Wisata Batu. Wahana permainannya banyak dan pemandangannya juga indah. Selain itu hawa yang sejuk menjadikan tempat wisata yang berada di ketinggian 850 dpl itu sangat cocok untuk orang-orang yang datang dari daerah panas.

Konsep wisata yang menempati lahan 11 hektar itu memadukan secara serasi konsep pendidikan (education) dankonsep pariwisata (tourism) dalam satu ruang dan waktu. Obyek wisata terbesar di Batu ini mampu menjadi sarana penyebaran informasi tentang khazanah ilmu dan teknologi (iptek) yang dipresentasikan melalui hadirnya wahana seperti galeri belajar (seperti biologi, kimia, matematika, dan fisika). Di sana juga tersedia stadium galeri belajaryang mampu menampung 300 siswa.

Galeri belajar ini dilengkapi lembar panduan belajar siswa dan kelengkapan alat peraga ilmu terapan baik indoor maupun outdoor yang didukung oleh PLN, Telkom, Rimba Raya dan sejumlah universitas terkemuka negeri maupun swasta di Jawa Timur.

Untuk memperkaya khasanah kebudayaan bangsa, Jatim Park juga menyediakan galeri etnik nusantara dan anjunganJawa Timur. Konsep galeri nusantara dan galeri Jawa Timur tersebut mirip dengan konsep Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berskala kecil. Tidak hanya itu, di Jatim Park pula pengunjung bisa menyaksikan berbagai kekayaan flora dan fauna.

Dengan demikian, konsep wisata ini sangat cocok untuk wisata keluarga dan anak-anak sekolah. Mereka bisa belajar sepuasnya dengan sejumlahwahana pendidikan yang ada. Jatim Park juga sangat pas untuk anak-anak usia TK, karena di sana juga tersedia kolam renang yang luas dan jernih.

Bukan hanya itu, letaknya di ketinggian, panorama yang bisa disaksikan dari lokasi Jatim Park juga sangat menarik. Karena bisa memandang hamparan pemandangan indah Kota Wisata Batu dan Malang dari atas.

Pengunjung bisa sepuasnya menikmati segala permainan yang ada di dalamnya. Jika sudah lelah berjalan-jalan dan ingin menikmati makanan yang lezat pengunjung bisa makan sepuasnya di food court yang ada. Lokasinya yang luas dan bersih membikin pengunjung bisa nyaman beristirahat sambil makan-makan.

Mount Panderman ( trekking)Gunung Panderman

Di Kota Wisata Batu tidak hanya menyediakan wisata rekreasi, tetapi ada juga jalur wisata mendaki Gunung Panderman. Gunung ini sudah amat dikenal hingga ke Negeri Belanda. Maklum nama Panderman diambilkan dari nama orang Belanda Van Der Man yang mengagumi gunung tersebut.

Untuk mendaki dengan berjalan cepat hingga ke puncak hanya butuh waktu sekitar dua jam. Bagi pemula mungkin antara tiga sampai empat jam. Meski banyak jalan menanjak tetapi jarak dari kaki gunung hingga ke puncak tidak terlalu jauh.

Jika sampai ke puncak gunung, pendaki bisa menikmati indahnya pemandangan Kota Wisata Batu dan Kota Malang secara lengkap. Jika sampai puncak malam hari, akan terlihat hamparan sinar lampu kerlap kerlip nan mempesona. Dijamin bagi yang sedang berada di puncak tak ingin segera turun.

Setiap malam minggu dan hari libur banyak sekali wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang camping di lereng-lereng gunung itu. Mereka membawa tenda-tenda kecil untuk pelindung saat tidur.

Untuk naik gunung ini dari Kota Malang bisa naik bus lalu minta diturunkan di pertigaan Desa Pesanggrahan. Lalu berjalan kira-kira dua kilometer ke arah barat, dari sana suasana pegunungan mulai terasa.

Kawasan pertama yang akan dilalui jika ingin mendaki adalah kawasan Latar Ombo. Di sini biasa digunakan untuk berkemah sejumlah pendaki. Di sini juga ada sumber air yang jernih yang bisa dipakai cuci muka, mandi kalau mau, dan area di sekitarnya, bisa digunakan untuk memasak bagi pendaki yang akan meneruskan perjalanan naik atau turun. Di pos ini suasananya semakin indah. Gemericik air gunung yang jernih mampu menenangkan hati yang gundah. Sementara, dari situ juga bisa melihat kerlap kerlip sebagian lampu di Kota Wisata Batu. Suara alamnya mampu menggeser bisikan-bisikan setan yang membuat hati gelisah.

Setelah Latar Ombo, ada pos kedua yang bisa dijadikan istirahat sejenak. Pos itu namanya Watu Gede. Di kawasan ini ada batu besar, dari sini pula bisa menikmati pemandangan di bawah dengan cukup lengkap. Meski belum sampai puncak, pos ini sangat menakjubkan.

Bagi pendaki yang ingin membawa oleh-oleh bunga Edelweis, bisa mencari di beberapa semak dan lereng. Meski saat ini semakin jarang, bagi yang beruntung masih mungkin mendapatkan bunga keabadian tersebut.

Selecta Flower GardenSelecta

Jalan-jalan menikmati Taman Rekreasi Selecta, Kota Batu seakan tak ada bosannya. Sejuk dan indah yang selalu melekat di benak, dan ada rasa ingin kembali lagi menikmati suasananya. Kawasan wisata yang telah berdiri sejak 1930-an ini tetap menjadi andalan untuk rileks sejenak dari berbagai kesibukan.

Selecta berada di Desa Tulungrejo, Kota Batu yang dikeliling Gunung Arjuno, Welirang, dan Anjasmoro. Untuk sampai ke sana, butuh waktu sekitar satu jam dari Kota Malang atau sekitar dua jam dari Surabaya. ”Selecta didirikan oleh warga Belanda Ruyter de Wildt. Awalnya, sebagai tempat peristirahatan bagi warga Belanda di Indonesia. Sesuai dengan namanya Selecta, berasal dari Selectia artinya, pilihan,” kata Amri. A, marketing Selecta, kemarin.

Ragam zona wisata di Selecta cukup lengkap. Karena, selain ada wisata hiburan, wisata alam, juga dilengkapi wisata kuliner. Ketika memasuki pintu masuk Selecta, Anda akan melihat hotel yang berada di depan. Apabila Anda menginap di Hotel Selecta, maka Anda sudah mendapatkan fasilitas tiket masuk ke taman wisatanya dangan harga kamar mulai Rp 300.000. Sedangkan apabila tidak menginap, maka Anda hanya cukup merogoh kocek Rp 12.700 untuk bisa menikmati suasana yang nyaman di Taman Rekreasi Selecta.

”Yang sering menjadi tujuan utama dari pengunjung adalah kolam renang dan taman bunga. Kolam renang yang ada di sini penuh dengan aneka variasi (kedalaman maupun variasi papan loncat dan luncur) membuat para pengunjung tidak akan bosan berada di air,” kata Amri. Selain itu, juga masih ada taman bunga yang menjadi salah satu ciri khas dari Selecta sendiri. Banyak bunga dari berbagai jenis ada di sini, selain itu, di sekeliling juga terdapat taman yang sangat luas tersedia untuk para pengunjung yang ingin menikmati suasana tenang dan udara yang sejuk.

Ada juga sepeda air, wisata berkuda untuk berkeliling Selecta, hingga outbond dan flying fox. Tentu masih banyak lagi pilihan permainan atau suasana nyaman yang akan ditemukan di Taman Rekreasi Selecta. Bahkan, Selecta juga sering di kunjungi oleh calon suami istri untuk melakukan pemotretan pre-wedding di taman bunga atau taman di sekeliling Selecta. ini tak lepas dari keindahan panorama taman rekreasi ini.

Jika Anda sudah puas berkeliling di TR Selecta, di pintu keluar Anda akan menemui pasar buah yang tentunya sangat cocok untuk oleh-oleh. Bisa juga untuk Anda nikmati selama perjalanan pulang dengan melihat indahnya Kota Batu.

SonggoritiSonggoriti

Jika kita berkunjung ke kota Batu yang dikenal sebagai de Kleine Switzerland atau Swiss Kecil di Pulau Jawa, jangan lupa mampir ke kawasan wisata Songgoriti. Kawasan dengan banyak villa yang berada di lembah kehijauan.
Ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi di kawasan Songgoriti yaitu antara lain dari kolam renang, tempat pemandian air panas, pasar wisata yang menjual aneka ragam souvenir serta jajanan khas kota Batu. Di kawasan ini kita juga bisa menemukan sebuah candi peninggalan kerajaan Majapahit yaitu Candi Supo . Di sana juga bisa kita temukan area paralayang sambil menikmati panorama kawasan kota Batu.
Candi Songgoriti ini merupakan candi tertua di Jawa Timur dan nusantara. Legenda Kota Batu dan sejarah masa lalu negeri ini, tidak bisa dilepaskan dari keberadaan dua tempat tersebut. Ketika itu, wilayah Batu (Songgoriti) dikenal sebagai tempat peristirahatan untuk kalangan keluarga kerajaan Raja Sindok (Mpu Sendok). Awal berdirinya, petinggi kerajaan bernama Mpu Supo diperintah Raja Sendok untuk membangun tempat peristirahatan berdekatan dengan sumber mata air panas yang dikenal sekarang ini kawasan Candi Songgoriti. Kawasan candi yang tidak jauh di samping kolam renang dan di belakang Hotel Songgoriti itu, juga terdapat bukti sejarah berupa prasasti, Sangguran atau Batu Minto bertahun 800 (lebih tua daripada candi Borobudur tahun 822).

Agro Kusuma Tourism, Jatim Park, Songgoriti, Village Tour, Mount Banyak, Mount Panderman, Coban Talun Waterfall
Agro Kusuma Tourism ( apel, strawberry, orange, milk) , Jatim Park, Cangar Hot Spring, Selecta Flower Garden, Songgoriti ( hot spring and tempel) Mount Banyak ( parasailing) , Mount Panderman ( trekking) , Coban Talun Waterfall, Coban Rais Waterfall, Camping Ground Area, The Town Square, Batu Plantations, Village Tour, Art & Craft ( Batik and gamelan music) , Special Food of Batu, dairy farm, pemerahan susu.
Info selengkapnya, klik di sini.

 

Tag: , , , , ,

MALANG

Malang

Malang Tourism
Balekambang Beach, Singosari Temple, Jago Temple, Kidal Temple, Mount Kawi, Mount Bromo, Semeru Tourism.

Balai Kota ( City Hall) , Monument Juang ‘ 45, Birds & Flowers Market ( pasar burung, ikan dan bunga) , Senaputra Park, Kayu Tangan Complex, Aloon-Aloon ( Merdeka City Square) , Klenteng ( Chinese Temple) , Taman Krida Budaya, Mpu Purwa Building, Gajayana Stadium, Ijen Boulevard, Ceramics Center ( kerajinan keramik) , Tlogomas Park, Sunday Market ( Pasar Minggu) , Matos, MOG ( shopping centre) , RM. INggil, Supenir INTIP dll.
Info selengkapnya, klik disini Malang

sunset-di-balekambangBalekambang Beach

Pantai Balekambang memiliki tiga pulau dengan jarak sekitar seratus meter masing-masing, dua di antaranya telah terhubung dengan satu meter lebar jembatan ke pantai, Balekambang menawarkan suasana yang berbeda dari resort pantai di bagian Selatan Malang. Salah satu dari tiga pulau yang disebut pulau Ismoyo memiliki candi Hindu, yang didirikan oleh Hinduists lokal.

Setiap tahun, ritual dan upacara adat Jalanidhipuja (upacara Hindu) dan Suran (Upacara Tahun Baru Jawa) diadakan di sini setiap tahun. Tempat parkir, warung, penginapan, toko suvenir, dan fasilitas lain pariwisata telah disediakan untuk para pengunjung. Ini pantai yang indah terletak di desa Srigonco, kecamatan Bantur,Malang,Jawa Timur, sekitar 57 km di selatan dari Malang dan mudah dicapai dengan transportasi umum.

Kunjungi Wisata Pantai Balekambang dan nikmatilah gelombang yang besar dan sangat menyenangkan dengan angin laut sepoe2 Melihat matahari terbenam dan matahari terbit di pantai ini dan melakukan beberapa kegiatan pantai, seperti; berenang, mandi matahari, memancing.

jago_templeJago Temple

Candi Jago dibangun pada 1275 – 1300 AD. Hal ini diyakini sebagai tempat pemakaman abu Raja Wisnuwardhana, raja keempat dari kerajaan Singosari. Hal ini sangat menarik bahwa candi memiliki kesamaan ornamen kepada mereka Candi Penataran di Kabupaten Blitar. Itu terletak di Desa Jago, Kecamatan Tumpang, bagian timur Malang (sekitar 22 km).

Kunjungi candi bersejarah di Malang pariwisata. Cari relief cantik dan bentuk candi yang unik di Candi Jago.

Gunung Bromo

Gunung Bromo (dari bahasa Sansekerta/Jawa Kuna: Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.

Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.

Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Kisah Penawaran Upacara Kasada
Ratusan tahun yang lalu, pada masa pemerintahan raja Majapahit terakhir, Brawijaya, situasinya sangat tidak pasti karena agama baru berkembang, Islam. Pada saat itu, Ratu melahirkan seorang bayi perempuan dan menamai dia Roro Anteng, kemudian menikahi putri Joko Seger, seorang Kasta Brahma.

Karena pengaruh agama baru begitu kuat sehingga menciptakan kekacauan. Raja dan para pengikutnya terpaksa mundur ke timur, beberapa di antaranya mencapai Bali dan beberapa dari mereka mencapai gunung berapi.
Pasangan yang baru menikah, Roro Anteng dan Joko Seger juga ditemukan di antara para buronan yang pergi ke gunung berapi. Kemudian mereka menguasai wilayah gunung berapi dan menamakannya Tengger. Kata Tengger berasal dari Roro Anteng dan Joko Seger. Lalu ia bermarga dirinya riffle dari Purba Wasesa Mangkurat Ing Tengger yang berarti penguasa Tengger yang benar.

Gunung Semeru

Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.

Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Posisi gunung ini terletak di antara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06′ LS dan 120°55′ BT.

Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 M hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.

Diperlukan waktu sekitar empat hari untuk mendaki puncak gunung Semeru pulang-pergi. Untuk mendaki gunung semeru dapat ditempuh lewat kota Malang atau Lumajang. Dari terminal kota malang kita naik angkutan umum menuju desa Tumpang. Disambung lagi dengan Jip atau Truk Sayuran yang banyak terdapat di belakang pasar terminal Tumpang.

singosari_templeCandi Singosari

Candi Singosari, juga dikenal sebagai Candi Kendedes, didirikan untuk menghormati Raja Kertanegara, raja terakhir dari dinasti Singosari yang meninggal pada tahun 1292 AD. Ini didirikan pada 1300 masehi di saat yang sama ketika ritual Sradha terjadi. Di sekitar candi terdapat dua patung raksasa yang disebut Dwarapala, yang diyakini penjaga pintu masuk ke istana.

Candi ini telah disimpan cerita sejarah yang selalu diingat oleh publik Malang. Namun, Candi Singosari merupakan simbol eksistensi Kabupaten Malang dari tahun lalu.

Candi Singosari adalah candi Hindu – Buddha peninggalan bersejarah Kerajaan Singhasari yang berlokasi di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Indonesia.

Sebagai candi Jawa Timur lainnya, Candi Singosari terbentuk dari batu bata merah dan diatur dalam membangun kerucut, disebut candi. Candi ini juga memiliki relief cantik yang menggambarkan besar Kerajaan Singosari tahun lalu.

Berdasarkan penyebutannya pada Kitab Negarakertagama pupuh 37:7 dan 38:3 serta Prasasti Gajah Mada bertanggal 1351 M di halaman komplek candi, candi ini merupakan tempat “pendharmaan” bagi raja Singasari terakhir, Sang Kertanegara, yang mangkat pada tahun 1292 akibat istana diserang tentara Gelang-gelang yang dipimpin oleh Jayakatwang. Kuat dugaan, candi ini tidak pernah selesai dibangun.

coban-pelangi (1)Air Terjun Coban Pelangi

Air terjun Coban Pelangi merupakan sebuah air terjun yang indah, yang terletak sekitar 32 km ke Timur Malang. Memiliki air alami, dingin, dan bersih yang memberikan kesan damai. air terjun ini dapat dicapai dalam perjalanan ke Gunung Bromo melalui kota Malang. Air terjun coban pelangi dapat ditempuh dari kota Malang jawa timur sekitar 2 jam perjalanan ke desa Tumpang dengan naik mikrolet.

Sampai di Tumpang perjalanan bisa dilanjutkan dengan menumpang truk sayur yang menuju desa Ngadas atau ke Ranupane. Bisa juga anda menyewa toyota hardtop yang banyak mankal di terminal Tumpang. Perjalan sekitar 40 menit melewati perbukitan serta perkebunan apel dan ketika memasuki hutan ,

Anda akan disajikan pemandangan indah jurang dikanan maupun kiri anda , Sampai di gerbang utama Air terjun coban pelangi,kita bisa langsung berjalan menyusuri jalan setapak menuju air terjun sekitar 3 KM. Perjalanan lumanyan mengasikan karena naik turun ,sampai di sebuah pos peristrirahatan disebuah bukit pemandangan sangat indah

Cari resort pegunungan yang indah, panorama yang indah, melihat buah apel yang mengesankan dan 5 sayuran. Situs Air jatuh di desa bernama Gubuk Klakah, satu milik Poncokusumo.
Para pengunjung akan menikmati udara segar, pemandangan alam, dan tentu saja air terjun indah. Kunjungi terjun Coban Pelangi di Kabupaten Malang.

coban-pelangi (1)Air Terjun Coban Rondo

Air terjun Coban Rondo adalah air terjun yang cantik di lereng Gunung Panderman yang sekitar 32 km ke arah barat dari Malang, sangat menarik untuk dilihat dan dikunjungi.

Ketinggian air terjun ini sekitar 60 meter. Pengunjung dapat menemukan dan menikmati panorama yang indah bijih kesan damai di sekitar air terjun.

Fasilitas: ground camp, jogging track, memancing atau bermain dengan gajah dari Gajah ‘Sekolah Waykambas Lampung – Sumatra.
air terjun ini terletak di desa Pandesari, Pujon (sekitar 32 km ke Barat dari Malang).
Kunjungi air terjun Coban Rondo pariwisata dan menikmati pemandangan alam dengan udara segar.

museumbrawyaMuseum Brawijaya

Museum Brawijaya didirikan pada tanggal 4 mei 1968 museum ini diresmikan oleh Purnawirawan Dr. Soewondo.

Terletak di Jl. Brawijaya tepat di depan Perpustakaan Umum Kota Malang. Di Museum ini terdapat benda-benda bersejarah seperti Gerbong Maut (sebuah gerbong yang mengangkut 100 orang pejuang yang dimasukan paksa ke dalam gerbong tersebut oleh penjajah Belanda dari Bondowoso sampai Surabaya dengan semua pintu dan jendela dalam gerbong tertutup rapat, hanya 12 orang yang masih hidup dan 88 orang meninggal)

senjata yang dipakai penjajah saat menyerang bangsa Indonesia, mobil tahan peluru yang digunakan Bapak Alm. Soeharto, meja dan kursi yang digunakan untuk “Koverensi Meja Bundar”, bambu runcing yang pernah digunakan oleh Bapak Alm Soekarno dan masih banyak lagi.

Museum Brawijaya juga mempunyai semboyang yaitu ” CITRA UTHAPANA CAKRA” yang berasal dari bahasa Sansekerta, CITRA berarti Sinar, UTHAPANA berarti Yang Membangkitkan dan CAKRA yang berarti Kekuatan. Bila semua arti digabungkan adalah SINAR yang MEMBANGKITKAN KEKUATAN.

sendang-birugPantai Sendang Biru

Sendang Biru adalah salah satu resor pantai di bagian selatan Kabupaten Malang,Jawa Timur. yang bebas dari tumulous gelombang Samudera Hindia akibat keberadaan Pulau Sempu , sekitar 300 meter lepas pantai.

Di sisi lain dari pantai sekarang memanfaatkan ‘sebagai Pelabuhan Perikanan dan debarkasi Pusat Ikan PPI di mana nelayan hasil tangkapan mereka turun di mana keduanya berada di bawah kewenangan Dinas Perikanan dan Dikelola oleh KUD (Koperasi Unit Desa), “Mina Jaya Pondok Dadap “.

Secara resmi, pantai Sendang Biru ini dikelola oleh Perusahaan Negara milik Forestay yang sejauh ini telah disediakan pantai dengan penginapan, rumah tamu, warung, penjaga rumah, perahu, dll

Untuk mencapai Sendang Biru, pengunjung dapat mengambil transportasi publik yang bisa diakses bernama “Mikrolet” untuk Gadang – Turen – Sendang Biru. Sendang Biru sekitar 70 km ke selatan dari Malang di desa Tambakrejo, Sumbermanjing Wetan kabupaten Malang.
Kunjungi pantai indah Sendang Biru dan menikmati ombak yang menarik dengan pasir putih yang menyebar di sepanjang pantai.

aircangar1Pemandian Air Panas Cangar

Pemandian Air Panas Cangar Wisatawan benar-benar akan dibuat kerasan berlama-lama berada di wisata pemandian air panas Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo Cangar. Di obyek wisata yang terletak di Dusun Cangar, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Wisata Batu,Kabupaten Malang ini wisatawan bisa berendam hingga berjam-jam di kolam air hangat. Untuk masuk di kawasan wisata alam ini, anda cukup membayar Rp. 2.700 per orang.

Berbekal tiket ini, Anda bisa menikmati semua potensi wisata di kawasan ini. Tidak hanya kolam air hangat, anda pun bisa menikmati suasana alam sekitar yang masih perawan. Anda tidak perlu kaget menyaksikan aneka satwa hutan seperti monyet yang masih bisa hidup bebas. Satwa-satwa ini bebas bergelantungan di beberapa dahan pohon. Aksi para monyet ini tentu menjadi hiburan pelengkap berwisata pemandian air panas Cangar.

Selain bisa menikmati sensasi Air Terjun Coban Talun, Coban Rais lalu berendam di air panas Cangar, Anda juga bisa menelusuri rimbunnya Tahura Raden Soeryo. Kawasan ini sangat cocok untuk berkemah (camping). Disini anda juga bisa melihat dari dekat sumber mata air Arboretum yang menjadi penghidupan masyarakat di 14 Kota/Kabupaten di Jawa Timur. Di Arboretum, Anda bisa melihat secara langsung koleksi aneka tanaman langka dan Padang Rumput Lalijiwo yang terhampar luas seakan tanpa batas.

 

Tag: , , , , , , ,

Festival Malang Kembali 2012

Festival Malang Tempo Doeloe

Festival Malang Kembali – Malang Tempo Doeloe 24-27 Mei 2012

mlg tempo dulu

Sekilas Info tentang Festival Malang Kembali
Malang kembali meroepakan seboeah arkeologi poeblic jaitoe arkeologi oentoek masjarakat (Noerwidi. 2006) jang berarti memboewat seboeah poeblikasi dan menjebarloeaskan hasil-hasil penelitiannja sehingga masjarakat dapat merasakan manfaat dari hasil penelitian beroepa dokoementasi baik beroepa aoedio, visoeal dan verbal. Di sini, program sosialisasi hasil dari penelitian sedjarah Malang kepada masjarakat oemoem dalam bentoek atjara boedaja dengan djoedoel Malang Kembali, Festival Tempo Doeloe, Festival Sejarah, Seni Boedaja jang di dalamnja berisi serangkaian kegiatan jang meroepakan rekonstroeksi kehidoepan masjarakat Malang pada suatoe waktoe tertentoe. Read the rest of this entry »

 

Tag: , , , ,

Festival Tempo Doeloe

Festival Malang Tempoe Doeloe

malkemWisataMalang.com. Even tahunan Malang Kembali V Festival Tempo Doeloe yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkot Malang, Telkomsel, dan Yayasan Inggil benar-benar menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Malang Raya. Betapa tidak, siang sebelum pembukaan khas tempo dulu yang digelar selama empat hari (20-23 Mei) ini, pengunjung sudah membludak memenuhi stan-stan yang berjajar rapi di pinggir jalan.

”Wuih senang sekali, bisa foto-fotoan bersama teman, apalagi dengan background dengan view Candi Jolotundo, Pasuruan. Ini kan, dulunya Read the rest of this entry »

 

Tag: , , ,